Rabu, 28 Maret 2012

wawancara


LAPORAN HASIL WAWANCARA

Hari/Tanggal               : Jumat / 6 Mei 2011
Waktu                          : Pukul 09.30 WIB s.d. 10.00 WIB
Tempat                        : Camp Dewan Ambalan (DA)
Narasumber                : Faisal Adi Setyawan, Pradana Gudep Diponegoro-Kartini
Pewawancara              : Ida Fitriana
Topik                           : Seleksi penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru di Gudep Diponegoro-Kartini
Hasil Wawancara
            Faisal Adi Setyawan (narasumber) sebagai seorang pradana di Gudep Diponegoro-Kartini berpendapat bahwa seleksi penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru perlu diadakan agar bisa mendapatkan anggota yang benar-benar berminat pada organisasi Dewan Ambalan (DA) yang dapat berkomitmen dan bertanggung jawab serta mampu dalam menjalankan tugas yang diembannya, minimal pernah menjadi Dewan Penggalang (DP) sewaktu di SMP. Dalam penerimaan Dewan Ambalan (DA) akan dibentuk panitia agar dalam penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru terorganisasi dengan baik. Dan pembentukan panitia tersebut dipilih sesuai kemampuan yang dimiliki. Dimana panitia itu sendiri beranggotakan seluruh anggota Dewan Ambalan (DA) tahun lalu yang setiap anggota Dewan Ambalan mendapatkan tugas sendiri-sendiri.
            Pendaftaran bagi adik-adik kelas X yang berminat ingin menjadi anggota Dewan Ambalan (DA) yang baru akan dibuka mulai tanggal 1 Juni-15 Juli 2011 di Camp Dewan Ambalan (DA) atau juga bisa melalui wali ruang masing-masing kelas. Seleksi sendiri akan dilangsungkan mulai tanggal 5-6 Agustus 2011. Seleksi akan diadakan di ruang kelas XII IPS 1-XII IPA 1. Kemungkinan akan diadakan 2 seleksi, yaitu tertulis dan wawancara. Namun masih memungkinkan tambahan seleksi lagi. Dalam seleksi tertulis yang akan di ujikan hanya seputar materi yang telah di berikan oleh wali ruang masing-masing kelas.
            Sebelum semua itu dilaksanakan para anggota Dewan Ambalan (DA) sekarang lebih memberikan pengertian-pengertian dan pengetahuan-pengetahuan tentang pramuka kepada adik-adik kelas X. Hal itu ditujukan untuk menumbuhkan minat adik-adik kelas X agar tertarik menjadi anggota Dewan Ambalan (DA) yang baru.
            Menjadi anggota Dewan Ambalan (DA) bukan merupakan hal yang mudah. Para anggota Dewan Ambalan (DA) yang baru mempunyai tugas dan kewajiban yang cukup berat. Oleh sebab itu, para anggota Dewan Ambalan (DA) sekarang lebih selektif dalam penerimaan anggota Dewan Ambalan (DA) baru agar pramuka di SMA N 1 CAWAS dapat lebih maju lagi karena memiliki Dewan Ambalan yang berkualitas. Harapan anggota Dewan Ambalan (DA) sekarang terlebih lagi harapan kak Faisal Adi Setyawan sendiri sebagai seorang Pradana adalah semoga anggota Dewan Ambalan (DA) mendatang dapat melaksanakan tugasnya lebih baik dari anggota Dewan Ambalan (DA) sebelumnya.










            Faisal Adi Setyawan, seorang Pradana di Gudep Diponegoro-Kartini sedang diwawancarai perihal seleksi penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru di Gudep Diponegoro-Kartini.
Pewawancara    : “Selamat pagi terimakasih atas kesediaan Anda meluangkan waktu  untuk            wawancara ini.”
Faisal Adi S        : “ Oh ya, saya senang bisa membantu, meski hanya memberikan beberapa informasi atau pendapat.”
Pewawancara    : “Bisa kita mulai sekarang?”
Faisal Adi S        : “Silakan.”
Pewawancara    : “Menurut Anda, mengapa perlu diadakan seleksi dalam penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru?”
Faisal Adi S        : “Dalam penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru perlu diadakan seleksi agar bisa mendapatkan anggota Dewan Ambalan (DA) baru yang benar-benar berminat pada organisasi Dewan Ambalan (DA) yang dapat berkomitmen dan bertanggung jawab serta mempunyai kemampuan dalam melaksanakan tugasnya.”
Pewawancara    : “Siapa saja panitia yang akan memperlancar dalam penerimaan Dewan Ambalan (DA) baru ini?”
Faisal Adi S        : “Panitia yang dipilih sesuai kemampuan yang dimiliki agar dapat melaksanakan tugas dengan maksimal. Panitia itu beranggotakan seluruh anggota Dewan Ambalan (DA) tahun lalu yang setiap anggota Dewan Ambalan mendapatkan tugas sendiri-sendiri.”
Pewawancara    : “Kapan pendaftaran Dewan Ambalan (DA) akan dibuka?”
Faisal Adi S        : “Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 Juni-15 Juli 2011.”
Pewawancara    : “Dimana adik-adik kelas X yang berminat ikut Dewan Ambalan (DA) dapat mendaftarkan diri?”
Faisal Adi S        : “Bagi adik-adik kelas X yang berminat ikut Dewan Ambalan (DA) dapat mendaftar melalui wali ruang masing-masing kelas atau bisa langsung datang ke Camp DA.”
Pewawancara    : “Kapan seleksi Dewan Ambalan (DA) baru akan dilangsungkan?”
Faisal Adi S        : “Seleksi Dewan Ambalan (DA) baru akan dilangsungkan mulai tanggal 5-6 Agustus 2011.”
Pewawancara    : “Dimana seleksi akan diadakan?”
Faisal Adi S        : “Seleksi akan diadakan di ruang kelas XII IPS 1-XII IPA 1.”
Pewawancara    : “Bagaimana seleksi Dewan Ambalan (DA) baru ini akan dilangsungkan?”
Faisal Adi S        : “Seleksi Dewan Ambalan (DA) baru ini kemungkinan akan diadakan 2 seleksi, yaitu tertulis dan wawancara. Namun masih memungkinkan tambahan seleksi lagi. Dimana dalam seleksi tertulis yang akan diujikan hanya seputar materi yang telah diberikan oleh wali ruang masing-masing kelas.”
Pewawancara    : “Apa harapan Anda bagi anggota Dewan Ambalan (DA) mendatang?”
Faisal Adi S        : “Harapan saya semoga anggota Dewan Ambalan (DA) mendatang dapat melaksanakan tugasnya lebih baik dari anggota Dewan Ambalan (DA) sebelumnya dan dapat lebih memajukan kegiatan pramuka yang ada di SMA N 1 Cawas.”
Pewawancara    : “Terimakasih atas waktu yang telah Anda luangkan untuk saya.”
Faisal Adi S        : “Ya sama-sama. Senang bisa membantu Anda.”

Nama : Ida Fitriana
No      : 15
Kelas  : X Unggulan 1

cerpen


Siluet Kisah

            TULALIT....tulalit !!!!!!!! Satu pesan telah menyadarkanku dari mimpi. Langsung kuraih hape yang tak jauh dari tempatku tidur. Kupelototi layarnya ternyata nomor baru. Dan alangkah terkejutnya aku baca tulisan yang berderet di layar. Cowok yang slalu ada di pikirku tiba – tiba SMS. Sebenarnya kita udah kenal sejak dulu tapi gak pernah ngobrol. Kubalas SMS dari Ryan, gak berapa lama dia balas. Aku dan Ryan saling tanya satu sama lain. Aku dan Ryan jadi sering SMS-an, kadang dia telpon hanya sekedar ngobrol.
Suatu sore yang cerah.......
            “Nisa,kenapa diem aja?” , Ryan menyadarkanku dari lamunan.
            “Ech....gak kenapa – kenapa kok.” ,  jawabku kikuk karena baru kali ini maen bareng Ryan. Biarpun udah kenal lama tapi baru kali ini aku ngobrol langsung dengannya.
            “Gimana pensinya kemaren?” , basa – basi kutanya sekedar memecah kebisuan.
            “ Yah....biasa aja, abis lagunya gak asyik.” , balas Ryan sambil lihatin aku. Aku jadi kikuk karena dia lihatin aku terus.
            Saat mataku bertemu dengan matanya, jantung ini berdetak dengan kencangnya. Tiba – tiba dia raih tanganku. Memainkan jemariku sambil ngobrol.
            “Pulang yuuk? Udah mau maghrib neh.” , ajakku pada Ryan.
            “Iya.” , jawabnya singkat dan langsung ngambil motor.

            PAGI ini begitu cerah. Burung berkicau seolah menyenandungkan lagu yang indah. Dan awan pun berarak dengan teratur. Suasana yang mendukung buat beraktivitas. Menuntut ilmu buat menyambut masa depan.
            “Ciieee.....yang lagi kasmaran dari tadi senyam – senyum sendiri.” , goda Dewi yang tiba – tiba nongol di depanku.        
            “Echhhh,gak kok. Apaan sich Dew bikin gosip aja.” , kujawab dengan penuh malu.
            “Gak salah!!! Alah ngaku aja lagi mikirin Ryan.” , goda Tuti juga sambil nyengir ngelihatin giginya yang putih.
            “Aku dan Ryan itu Cuma temenan, gak lebih.” , jawabku agak kesal. Sebenarnya rasa ini ada di hati tapi slalu kutepis karena aku pengen mikirin sekolah dulu. Aku gak pengen pacaran dulu sebelum lulus SMA, itu komitmenku.
            Dan bel pulang berbunyi. Aku dan kedua sahabatku, Dewi dan Tuti langsung membereskan alat tulis dan segera pulang. Di jalan kita bertiga bercanda bareng sambil ngelihatin cowok – cowok yang tampangnya sedap dipandang. Hitung – hitung buat melekin neh mata.
            Biarpun beda sekolah. Aku di SMA dan Ryan di SMK, karena gak pengen nerusin. Makanya dia pilih di SMK ngambil jurusan pertanian. Itu semua gak membuat kita jauh. Malah sering ketemu. Kadang aku ikut ke sekolahnya buat bantuin nyirami anggrek kalo pas jadwalnya Ryan. Kadang dia nemenin aku ke warnet buat ngerjain tugas. Pertemuan yang terlalu sering membuat kita gak sadar kalo kita sama – sama suka. Karena sebelum rasa rindu itu hadir kita udah bertemu.
            “Gimana ntar malam?” , tanya Ray, sahabatku yang beda sekolah.
            “Ya jadi lah, mask gak jadi.” , sahut Tuti dengan muka penuh serius sambil jempolnya mijitin keypad.
            “Apaan sich?” , Dewi yang belum ngeh ikut nimbrung.
            “Ntar malam ngumpul di rumahku ya?” , kukedipkan mataku buat kasih isyarat pada Ray dan Dewi. Dewi hanya menganggukkan kepala dan mengiyakan.
            Malam pun tiba, kami berempat ngumpul di rumahku. Setelah semua siap, langsung kuambil kue dan nyanyiin lagu ultah, disusul Ray dan Tuti. Dewi baru sadar ternyata kami ngumpul buat kasih surprise ke dia. Pesta pun digelar, kami berjingkrak – jingkrak dengan penuh tawa diiringi lagu nge-hitz. Tiba – tiba badanku bergetar. Kuambil hape yang ada di saku, SMS Ryan. Besok Ryan ngajakin jalan – jalan.
            “Nisa, aku jemput kamu di sekolahmu ya?” , suara di seberang terdengar pelan dan penuh harap.
            “Gak usah!!! Ntar temen – temen pada tahu.” , jawabku lirih karena takut kedengeran dan kepergok aku lagi telpon – telponan sama Ryan.
            “Ya udah, kita ketemuan di tempat biasa.” , balasnya penuh kekecewaan.
            Aku pun pergi ke tempat biasa aku dan Ryan ketemuan. Ryan udah ada di sana. Kita jalan – jalan menghabiskan waktu berdua. Tertawa dan bercanda penuh kemesraan.

KULALUI hari – hari bersama Ryan. Tanpa kusadari hampir tiga tahun kita bersama. Akhir kelas tiga, aku dan Ryan sama – sama sibuk. Banyak kegiatan yang menyita waktu dan nguras tenaga. Les ini itu sampe sore buat ngadepin ujian. Sama – sama sibuk membuat kita jarang ketemuan tapi komunikasi masih lancar. Aku berencana kuliah dan Ryan bekerja di Luar Jawa setelah lulus.
Ujian berlalu. Entah kenapa, sikap Ryan akhir – akhir ini . Memang gak parah berubahnya, cuma tetap aja bikin sebel. Padahal dia tahu kalo kita pernah berjanji untuk saling memahami sebagai sahabat dan gak pacaran dulu sebelum lulus SMA. Meski dekat, sejauh ini hubungan kita masih sebatas teman. Gak lebih. Apalagi sampe Ryan secara terbuka mengungkapkan perasaan padaku. Belum pernah, tuh.
“LULUS......!!!!!!!!!!!!!!!!” , semua berteriak menyambut kelulusan. Seperti udah tradisi, seragam pada diwarnain. Tak ketinggalan dengan diriku ‘n the gank. Setelah lulus, aku sibuk nyari bangku kuliah. Di sela kesibukanku, Ryan ngajakin jalan – jalan. Kita mampir jajan. Aku kaget, sungguh kaget. Ryan mengungkapkan perasaannya. Dan kujawab, akhirnya mata itu kembali bersinar. Kulihat di matanya ada cinta yang tulus.
            “Makasih ya Nisa, kamu udah nrima aku.” , dengan tatapan penuh sayang kata itu keluar dari bibirnya.
            Seakan tak ingin melewatkan dan menyia – nyiakan hari, aku dan Ryan sering menghabiskan hari bersama. Entah cuma ngobrol, jajan, ke warnet, pokoknya bareng. Karena sebentar lagi Ryan mau pergi jauh.
            Kepergian Ryan membuatku begitu kesepian. Biasanya bercanda bareng tapi kini udah gak bisa. Iseng – iseng kubaca novel yang berjudul “Siluet Senja” karya Ria dan Hafidz buat ngusir kebosananku.
            “Lagi baca apa mbak?” , Tuti ngagetin aku yang lagi serius baca novel.
            “Iseng aja abis gak ada kerjaan.” , mataku masih betah melototin huruf – huruf yang ada di buku itu.
            “Ciieee....yang lagi ditinggal sang kekasih!” , goda Tuti dengan nada genit.
“Apaan sich ganggu aja.” , jawabku dengan pura – pura marah.
            “Alaaaahhh.....gitu aja mukanya ditekuk.” , rayu Tuti yang ngira aku marah.
            Aku masih asyik dengan duniaku. Kubaca novel itu sampai selesai. Airmataku menetes dan aku sadar kalo selama ini banyak dosa yang kuperbuat. Membuang – buang waktu dengan hal yang gak ada manfaatnya.

            SETELAH membaca novel itu, aku jadi rajin ikut kajian Islam. Belajar memahami Islam dengan sebenar – benarnya. Dan mulai memakai jilbab biarpun belum serapi para jilbaber.
            Aku mulai menjauh dari Ryan. SMS dan telpon Ryan hanya kubalas seperlunya. Ryan jadi bingung dengan perubahanku. Dan mulai bertanya – tanya ada apa dengan diriku kini. Aku ingin menjelaskan semua ini pada Ryan. Bahwa cinta yang kita jalani  hanyalah cinta semu. Ada cinta yang abadi dan lebih suci yaitu cinta Ilahi. Tapi aku bingung gimana caranya dan harus mulai dari mana buat menceritakan semuanya.
Tokk...tokk...tokk!!!!!!!!! Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. Aku bergegas membuka pintu. Dan ternyata Pak Pos mengantarkan surat. Kubaca pengirimnya, tertera nama Ryan. Usai sholat, kubuka dan kubaca surat itu.

Dearest Nisa,
Aku berusaha untuk memahamimu. Tapi aku tak pernah bisa. Aku butuh pelita bagi cintaku yang hampir beku. Aku sungguh bingung dengan perubahanmu. Bila memang ada cinta lain diantara kita, aku mengalah. Aku butuh jawab, dan kumohon jangan siksa aku seperti ini. Doa kubingkiskan untukmu dan sematkanlah secuil doa bagi jiwa yang rapuh ini.
 Ryan,
(yang slalu mencintaimu dengan ketulusan)

Kulipat surat itu dengan penuh doa dan airmata yang membasahi pipiku. Seperti ada rasa tak tega buat mengatakan yang sebenarnya. Tapi kucoba untuk kuat karena aku gak ingin jadi lemah. Kukukuhkan hatiku bahwa hanya cinta Ilahi yang abadi dan suci. Tegas kukatakan inilah yang terbaik.
Segera kubalas surat dari Ryan karena aku gak ingin Ryan salah paham dengan semua ini. Aku ingin mengakhiri cinta yang kujalin dengan Ryan. Aku ingin Ryan juga seperti diriku. Mengerti dan belajar hakikat cinta yang sebenarnya.




Untuk Ryan,
(yang bingung akan perubahanku)
Sebelumnya aku meminta maaf atas semua kesalahpahaman yang terjadi diantara kita. Sungguh tidak ada laki – laki lain di sini seperti yang kamu tuduhkan padaku. Yang ada hanyalah cinta yang lain. Cinta yang abadi dan suci, yang tidak berlumur dengan nafsu semata. Yaitu cinta kepada Ilahi.
Cinta yang pernah kita jalin dan rasakan adalah cinta semu yang ternoda. Jangan pernah menyesali apa yang telah menjadi keputusanku. Dan jangan pernah mengingkari apa yang kau rasakan tentangku. Yakinlah, bila memang kita berjodoh, Allah akan mempertemukan kita dalam keridhaan-Nya. Bila tidak, yakinlah apa yang terjadi diantara kita, itulah yang terbaik bagi kita.
Maafkan aku tak bisa menjadi pelita bagi cintamu yang hampir beku. Karena aku tak ingin terus mengecap cinta semu ini. Aku ingin cinta yang lebih agung dan indah. Karena cinta kepada Ilahi tidak berlumur nafsu dan tidak pernah mati. Ia akan abadi dan tidak pernah merasakan sakit.
Dariku,
(yang belajar menjadi lebih baik)

Dengan penuh linangan airmata, kulipat surat itu dan kumasukkan ke dalam amplop. Biarlah siluet kisah ini menjadi kenangan untuk belajar memaknai cinta. Dan menjadi awal dari hidupku yang lebih baik dan penuh cinta Ilahi. Ya Allah, bimbing aku untuk terus berusaha menjadi manusia yang penuh ketakwaan. Juga jaga hatiku, biarlah hatiku hanya merasakan cinta-Mu.

proposal penyiaran radio


PROPOSAL PENYIARAN RADIO

Nama radio
:
Twenty FM
Frekuensi
:
101,7 FM
Nama penyiar
:
Ifi
Segmen
:
Remaja
Durasi
:
60 menit
Nama acara
:
Ganas (Gen 30 lagu terpanas)
Waktu
:
19.00 – 20.00

PEMBUKA
Assalamuaikum Wr.Wb
Selamat malam sobat twenty semua. Jumpa lagi dengan saya Ifi di 101,7 FM Twenty radio (Radionya Para Remaja) dalam acara GANAS (Gen 30 Lagu Terpanas). Seperti biasa, saya akan menemani sobat twenty semua selama 60 menit ke depan. Buat yang mau gabung untuk request lagu bareng Ifi di 101,7 FM Twenty Radio, langsung saja telephone ke nomor 021-5643746 atau juga bisa sms ke nomor 085612341111. Nah buat yang udah gabung, Ifi bakalan kasih hadiah yang seru abis. Mau tau hadiahnya apa? Nie dia, Ifi bakal puterin lagu yang pastinya keren banget dan pastinya bikin sobat Twenty semua jadi semangat buat ngerjain hal-hal yang baru. Okey saya akan memutarkan sebuah lagu Tetap Semangat dari Bondan untuk membuka acara kita pada malam hari ini. Buat sobat Twenty semua tetap stay tuned di 101,7 FM Twenty Radio.

ISI
            Wah.... pas banget ya sobat Twenty semua. Lagu ini bener-bener bisa memotivasi kita untuk selalu semangat dalam menghadapi semua problematika hidup ini. Lagu itu seperti mengajak kita semua untuk menikmati setiap permasalahan-permasalahan dalam hidup sebagai tantangan yang harus kita takhlukan.
            Okey saya akan membacakan sms dari sobat Twenty semua. Yang pertama dari Pratiwi.
Pratiwi
:
“Selamat malam mbak Ifi, saya Pratiwi dari Japanan. Saya ingin kirim salam untuk Amin yang di hatiku, aku slalu setia menunggumu disini. Saya Request lagunya Zivilia yang Setia. Makasih mbak Ifi.”
Ifi
:
“Selamat malam juga Pratiwi, wah bahagianya Amin yang slalu setia di tungguin kamu. Okey deh saya akan putarkaan lagunya. Okey sama-sama, di tunggu aja ya.”
            Okey saya akan putarkan lagu yang telah di request oleh Pratiwi. Semoga Amin mendengarkan isi hatimu. Zivilia, Setia.
            Ya itu tadi sebuah lagu dari Zivilia, Setia. Nah buat yang baru ikutan gabung langsung aja telephon ke nomor 021-5643746 atau juga bisa sms ke nomor 085612341111. Okey kayaknya udah ada yang nelfon nih.
Ifi
:
“Hallo, Twenty Radio (Radionya Para Remaja) 101,7 FM. Dengan siapa dan dimana?”
Evy
:
“Dengan Evy di Sumberan, Tancep.”
Ifi
:
“Okey Evy, mau kirim salam buat siapa?”
Evy
:
“Saya mau kirim salam buat Junaidi di Kedungan yang telah mencuri hatiku dan saya mau request lagunya Indah Dewi Pertiwi yang Hipnotis. Malem mbak.”
Ifi
:
“Hehehehe selamat buat Junaidi yang telah berhasil mencuri hatimu Evy. Okey ditunggu ya lagunya. Malem juga Evy.”
           
            Okey saya akan putarkan lagu yang telah Evy request. hipnotis dari Indah Dewi Pertiwi.
            Kembali lagi di 101,7 FM Twenty Radio bersama Ifi dalam acara GANAS (Gen 30 Lagu Terpanas). Nah Itu tadi sebuah lagu dari Indah Dewi Pertiwi, Hipnotis. Buat yang baru ikutan gabung langsung aja telephon ke nomor 021-5643746 atau juga bisa sms ke nomor 085612341111. Okey saya akan kembali membacakan sms dari sobat Twenty semua. Dari Pipit.
Pipit
:
“Selamat malam mbak Ifi. Saya Pipit dari Pedan, saya mau kirim salam buat anak-anak XI IPA Unggulan 1. Semoga kalian semua baik-baik saja. Aku sayang kalian semua. Saya mau request lagu dari Bondan yang Kita Slamanya. Matur nuwun.”
Ifi
:
“Selamat malam juga Pipit. Ditunggu ya lagunya.”

Yah saya akan memutarkan lagu yang telah Pipit request. Bondan, Kita Slamanya.
            Itu tadi sebuah lagu dari Bondan, Kita Slamanya.

PENUTUP
            Yah tanpa terasa selama 60 menit saya sudah menemani sobat Twenty semua. Okey saya akan berbagi sedikit pesan kepada sobat Twenty semua bahwa percayalah akan diri kalian sendiri dan berjuanglah atas kesanggupan kalian semua. Makasih banget buat sobat Twenty semua yang udah ikutan gabung bareng Ifi dalam acara GANAS (Gen 30 Lagu Terpanas) di 101,7 FM Twenty Radio. Buat sobat Twenty semua yang sms nya belum Ifi bacakan maaf banget ya. Tapi tenang saja, nggak usah khawatir besuk pasti akan saya bacakan dalam acara dan waktu yang sama yaitu GANAS (Gen 30 Lagu Terpanas) mulai dari pukul 19.00 – 20.00 WIB di 101,7 FM Twenty Radio. Bila ada salah kata saya mohon maaf. Okey untuk lagu penutup persembahan dari Ifi sebuah lagu Mimpi dari Anggun untuk sobat Twenty semua. Saya Ifi Wassalamualaikum Wr.Wb dan selamat malam.


Sabtu, 18 Februari 2012

analisa cerpen


TUGAS AKHIR SEMESTER BAHASA INDONESIA
ANALISA CERPEN
50498_56750199778_1546234_n.jpg

Disusun Oleh : Ida Fitriana / 15 / X Unggulan 1

SMA N 1 CAWAS
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SAHABAT SEJATI

Senja yang dulu indah kini menjadi temaram dan bulan yang dulu purnama kini perlahan berubah menjadi sabit. Seperti keadaan hati seorang gadis remaja yang meratapi kekosongan dan kehampaan hatinya karena ditinggal oleh sahabat yang selama ini setia menemaninya baik suka maupun duka. Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Icha. Icha tinggal di Ciracas, JakartaTimur. Dia anak pertama dari 2 bersaudara, dia adalah seorang remaja yang lugu dan sangat ceria. Kami bersahabat sudah cukup lama, aku kenal Icha waktu kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta. Setelah awal perkenalan itu,pertemanan kami berlanjut karena kami diterima di SMP itu. Kami selalu bersama-sama bagai amplop dan perangko yang tak dapat terpisahkan, itulah kami. Kami juga selalu satu kelas.
Setelah lulus SMP aku dan Icha memutuskan untuk satu sekolah. Hari pertama aku dan Icha menjalani ospek, rasanya takut dan tegang banget, tapi aku melihat seorang cowok yang sangat perfeck di kantin sekolah, dia sangat manis apalagi pada saat aku melihatnya sedang tersenyum pada beberapa orang yang menyapanya, manis sekali senyumnya, disaat aku sedang asyik memperhatikan cowok itu tanpa ku sadari didepanku ada salah seorang kakak senior yang sangat galak, upzzz…. Aku menabrak dia, dia marah-marah padaku meski aku telah minta maaf padanya. Aku mencari-cari kesekeliling kantin tapi cowok itu udah gak ada. Icha hanya tertawa melihat tingkah lakuku. Huh… ini semua gara-gara keteledoranku, tapi gak apa-apa suatu hari nanti pasti aku dapat bertemu dengannya kembali karena aku yakin dia siswa di SMA ini. Aku dan Icha melanjutkan perjalanan kami ke kelas. Ospek pertama telah dimulai, ada beberapa kakak senior masuk ke kelas, tanpa ku sadari cowok yang ku lihat di kantin sekolah tadi pagi ada didepan mataku. Aku senang sekali karena aku kembali bertemu dengannya walau dia tak ku kenal sama sekali.
Aku mencari tau siapa sebenarnya cowok itu. Dari beberapa orang yang aku tanya mereka mengatakan dia adalah ketua osis, namanya Radit. Cuma itu informasi aku dapatkan tentang dia, tapi udah cukup kok.
Singkat cerita
Aku dan kak Radit menjadi tambah akrab namun hanya sebatas teman. Yang tak pernah aku duga ternyata kak Radit naksir sama Icha, aku sedih banget karena dia adalah cinta pertamaku, tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku. Mungkin inilah nasibku, setelah kejadian itu persahabatan ku dan Icha menjadi renggang, aku jarang menyapanya dan sepertinya juga dia sekarang jarang ada waktu buat kita berdua sama-sama lagi seperti dulu. Lagi pula aku tidak sekelas dengannya.
Waktu terus berputar, tanpa terasa tahunpun berganti. Akhir-akhir ini aku melihat Icha tampak murung dan gak seperti biasanya yang sangat ceria. Walau aku belum bisa memaafkan Icha tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi. Setahu ku dari berita yang beredar kalau Icha mengidap penyakit tumor yang bersarang diperutnya sejak beberapa tahun ini. Semenjak dokter memfonis penyakit itu, Icha berubah menjadi anak yang pemurung dan pendiam. Aku sangat merasakan perubahan itu, tapi setiap kali aku bertanya padanya, dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku. Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi. Seiring berjalannya waktu perut Icha makin membesar, aku belum percaya dengan apa yang temen-temen bilang padaku. Aku mendesak Icha untuk menceritakan apa yang terjadi padanya, akhirnya Icha mau bercerita. Aku sempat terkejut mendengarnya sekaligus sedih bercampur dengan rasa kekecewaan, mengapa baru sekarang dia cerita semua itu padaku. Tapi mungkin karena aku tak sedekat dulu sama dia. Aku juga denger-denger dari yang lain Icha putus, Icha diputuskan kak Radit karena keadaan Icha dengan perut yang makin membesar. Aku sedih sekali, tapi dia pernah menghianati persahabatan yang telah lama kita bangun.



Icha masih tetap sekolah, tapi lama kelamaan dia merasa kecil hati dan malu. Dengan kondisi tubuh yang semakin menurun, sampai akhirnya Icha dirawat di Rumah sakit Haji Pondok Gede. Aku dan teman-teman menjenguknya untuk memberikan semangat dan dukungan padanya agar Icha gak semakin drop dan putus asa. Hanya sampai disitu saja kabar yang aku dengar tentang Icha, disatu sisi aku masih kecewa padanya tapi disisi lain aku juga mempersiapkan UN.

****

            Pagi hari yang sangat gelap, karena hujan turun begitu derasnya, aku sedang duduk melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang.         Tiba-tiba aku dikejutkan dengan ringtone handphoneku yang berbunyi dan ku lihat dilayar hanphoneku ternyata mamanya Icha memanggil, fikirku tumben tapi ada apa ya, kok pagi-pagi gini tante telfon aku. “halo assalamu’alaikum, bisa bicara dengan Cika?”, nada suara mama Icha tampak berat, sepertinya dia sedang menangis. “ii…aaa tante, ada apa kok pagi-pagi begini telfon Cika? Trus bagaimana kabar Icha tante?” tanyaku agak ragu, “Icha telah berpulang Ka” belum sempat aku mengucapkan turut berduka cita pada tante, tut…tut…tut…tut telfon tiba-tiba terputus. Aku menangis dan menyesali dengan semua yang terjadi, dihatiku tersirat penyesalan yang amat mendalam, aku terlalu jahat dan egois pada Icha dan gak pernah meluangkan waktu untuk menjenguk sahabatku sendiri yang menjalani hari-hari akhirnya sendirian, tanpa aku. “Maafkan sahabatmu ini Ca......hik..hik..hik…!!!” tangisku.
            Aku datang ke rumah Icha untuk melihat dia yang terakhir kalinya dan mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Icha. Setibaku disana aku melihat Icha terbaring kaku, dikelilingi orang-orang yang membaca yasin untuknya, tiba-tiba pandanganku menjadi gelap. “Icha......” panggilku, “sudahlah Ka, relakanlah kepergian Icha, agar dia tenang di Alam sana” mama Icha ada disampingku, dan memberikan selembar kertas padaku, “ini dari Icha buat kamu, dia menulis pada saat kamu jarang menemuinya, tante tinggal dulu kebawah”. “makasih tante dan Cika minta maaf kalo selama ini Cika gak pernah menjenguk dia, Cika lagi mempersiapkan untuk UN tante,” aku menangis. “gak apa-apa kok tante ngerti, kamu ada masalah ya sama Icha?” tanya mama Icha, “eng…enggak kok tante, kami berdua baik-baik saja.” ”ya udah jangan nangis lagi, tante ke bawah dulu ya” tante pun meninggalkanku sendiri di kamar Icha karena Perlahan-lahan tadi aku pingsan, aku melihat foto-foto yang ada dimeja samping tempat tidur, betapa lembutnya senyum Icha di foto itu. aku buka kertas itu perlahan-lahan, dan aku pun mulai membaca kata demi kata disurat itu.
Sebelumnya gue minta maaf atas kejadian kemarin”, bukan maksud gue untuk merebut kak Radit dari loe, tapi gue juga cinta dia dan gue juga udah putus ma dia, karena dia bukan laki-laki yang baik. O ya, loe tau kan kalo gue gak bisa buat puisi kayak loe, tapi puisi ini gue buat khusus untuk sahabat sejati gue, maaf ya kalo buatan gue gak sebagus puisi-puisi loe, hehehehe..........
Surat Terakhir

Butir-butiran air mata yang jatuh setetes demi setetes
Menemani dan menjadi saksi saat ku tulis suratku yang terakhir
Jika hanya derita yang harus aku terima
Jika hanya kematian yang harus ku alami
Aku bersedia menjalani tanpa kesedihan
Namun ketika kau berucap bahwa untukku
Sudah tak ada lagi maaf terasa lemah lunglai tubuh ini
Sahabat yang slalu mengisi hari-hariku
Seberapa besarpun salah yang ku pandang
Seberapa rendah budi yang ku jalani…maafkan aku
Derita karena bersalah berlarut-larut tanpa henti
Dan tampaknya Tuhan sudah berkenan menjemputku
Jangan menangis sahabat….walau tak terkatakan
Sungguh aku merasa kau telah memaafkanku
Slamat tinggal sahabat sejatiku
Ikhlaskanlah kepergiankui
Smoga sepeninggalku dari sisimu
Bahagian akan slalu menemanimu
Miss u sobat
ICHA
****

Keesokan harinya Aku baru sadar ternyata Icha hari ini berulang tahun yang ke-17, aku bermalam di rumah Icha, dan pagi-pagi aku segera kebawah dan akan mengikuti pemakaman Icha. Sebenarnya aku tak sanggup melihat makam itu, karena akan mengingatkanku akan kenangan-kenangan kami berdua dulu, tapi aku coba untuk tegar melangkahkan kaki menuju makamnya. Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu, sepi. Aku menangis disamping nisan Icha, walau tersendat-sendat dan terbata karena saat aku menyanyikan lagu happy birthday buat Icha, dan memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi, aku masih menangis sendiri di makam itu, sebelum pulang aku meninggalkan secarik kertas balasan surat Icha, walau mungkin tak akan pernah dibaca olehnya, tapi itulah kenangan terakhirku buat Icha.
Kenangan indah tentang kita akan slalu ku ingat setiap detiknya
Jika ku tutup mataku, aku masih dapat melihatmu
Kau memperlihatkan senyum termanismu
Tapi itu hanya lamunan sesaatku
Kini kau telah jauh tinggalkanku
Aku belum sempat meminta maaf padamu dan menyayangimu
Dan tak ingin kau pergi jauh
Tinggalkan kenangan kita bersama
Tapi takdir berkata lain
Terlalu cepat Tuhan memanggilmu
Hanya sebuah puisi ini aku persembahkan untukmu
Kepergianmu, meninggalkan kisah yang sangat pahit bagiku
Aku akan selalu mengenangmu, sahabat terbaikku
Semoga kau tenang disana
Suatu saat kita pasti akan bertemu kembali


ANALISA CERPEN
“SAHABAT SEJATI”
KARYA : NANA TEDJA

1.  Sinopsis
Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Icha. Aku bersahabat dengan Icha sudah cukup lama. Kami berkenalan sewaktu kami sam-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta. Persahabatan kami berlanjut hingga kami menamatkan study kami di SMP. Setelah itu, aku dan Icha memutuskan untuk melanjutkan SMA di sekolah yang sama.
Pada hari pertama ospek, aku melihat seorang cowok yang sangat perfeck saat aku dan Icha sedang di kantin. Semenjak aku melihat cowok itu, rasanya aku mulai jatuh cinta. Aku mulai mencari tau siapa sebenarnya cowok itu. Dari beberapa orang yang aku tanya mengatakan bahwa dia adalah Radit, ketua osis di sini.
Seiring berjalannya waktu, aku dan kak Radit semakin akrab. Tak pernah ku duga bahwa kak Radit naksir dengan Icha. Dan yang lebih membuatku kecewa adalah Icha menerima kak Radit sebagai kekasihnya. Padahal dia tahu, kalau aku suka dengan kak Radit. Semenjak itu juga persahabatan ku dan Icha semakin renggang.
Tak terasa tahun pun berganti. Akhir-akhir ini aku melihat Icha tampak murung, tak seperti biasnya yang selalu nampak ceria. Dari berita yang beredar bahwa Icha mengidap penyakit tumor di perutnya. Sejak itu, Icha menjadi anak yang pemurung dan pendiam. Aku mendengar berita bahwa Icha diputus oleh kak Radit karna perutnya semakin membesar. Aku sedih sekali, namun gimana lagi dia pernah menghianati persahabatan yang telah lama kita bangun.
Kondisi Icha semakin menurun, akhirnya Icha dirawat di Rumah sakit Haji Pondok Gede. Aku dan teman-teman menjenguknya untuk memberikan semangat dan dukungan padanya. Hanya sampai disitu saja kabar yang aku dengar tentang Icha, karna aku juga harus mempersiapkan untuk Ujian Nasional.
Pada suatu pagi, aku sedang melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang. Tiba-tiba mama Icha menelfonku, memberitahukan bahwa Icha telah tiada. Aku menangis dan menyesal atas semua yang telah terjadi.
Aku segera datang ke rumah Icha untuk melihat dia yang terakhir kalinya dan mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Icha. Setibanya di sana, mama Icha memberikanku sebuah surat yang dibuat Icha khusus untukku.
Keesokan harinya aku baru sadar bahwa Icha hari ini berulang tahun yang ke-17. Aku mengikuti pemakaman Icha. Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu. Aku menangis disamping nisan Icha, walau tersendat-sendat dan terbata saat aku menyanyikan lagu happy birthday buat Icha, dan memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi, aku masih menangis sendiri di makam itu, sebelum pulang aku meninggalkan secarik kertas balasan surat Icha, walau mungkin tak akan pernah dibaca olehnya, tapi itulah kenanganterakhirku buat Icha









2.  Sekilas Tentang Penulis
            Nana Tedja lahir di Yogyakarta, 28 September 1971. Dia menulis sjak duduk di bangku SMP (1984) untuk majaah dinding sekolah. Dia serius menulis sejak tahun 2001, saat bekerja sebagai penulis skenario sinetron tetap di PT. TRIWARSANA Jakarta. Selain itu, ia sebagai penulis freelance di beberapa rumah produksi di Jakarta, antara lain yaitu Milenium Visitama, dengan kisah-kisah misteri (KISMIS) tayangan RCTI, dan Multivision Plus. Tahun 2003, ia memutuskan untuk kembali ke Jogja. Ia banyak menulis cerita pendek yang dimuat di harian lokal Kedaulatan Rakyat. Aktif menyutradai beberapa pentas monolog, membaca puisi, menulis novel, naskah teater, sajak atau puisi.
            Nana sempat mengenyam pendidikan politik di Filipina, berpendidikn Terakhir di Univertas Atma Jaya Yogyakarta. Kegiatannya yang lain adalah aktif melukis dan berpameran lukisan baik tunggal maupun bersama, di dalam maupun di luar negeri, sejak tahun 1996. Terhitung mulai tahun 2004, ia mengelola dan mendirikan galeri seni nirlaba yaitu “Galeri Biasa” di Yogyakarta.











3.  Unsur-unsur Intrinsik

a.    Tema
Tema adalah suatu poko persoalan yang menjadi dasar isi cerita.
Tema cerpen tersebut adalah cinta kasih dalam persahabatan.
Ditunjukkan pada kalimat :
Walau aku belum bisa memaafkan Icha tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi.”
“Aku menangis dan menyesali dengan semua yang terjadi, dihatiku tersirat penyesalan yang amat mendalam.”
b.    Plot atau Alur
Alur adalah rangkaian suatu cerita yang digunakan pengarang dalam rangka menghidupkan suatu cerita.
Alur dalam cerpen tersebut adalah alur maju atau progresif.
Ditunjukan pada jalannya cerita dari awal mulanya Cika bisa berkenalan dan bersabat dengan Icha. Sampai bagaimana persahabatan mereka renggang karna seorang cowok yang bernama Radit. Sampai akhirnya ajal yang memisahkan persahabatan mereka yang harus berakhir karna Icha telah tiada. Dan Cika pun merasa sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi.
c.    Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita.
Penokohan adalah penyajian watak / karakter tokoh dan penciptaan citra tokoh dalam cerita.
Tokoh dan penokohan dalam cerpen tersebut antara lain :
v  Cika
·         Sulit memaafkan kesalahan orang lain
Ditunjukkan pada kalimat “Walau aku belum bisa memaafkan Icha.”
·         Peduli terhadap sesama
Ditunjukkan pada kalimat “Walau aku belum bisa memaafkan Icha tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi.”

·         Sabar
Ditunjukkan pada kalimat “Mungkin inilah nasibku.”
·         Egois
Ditunjukkan pada kalimat “Aku terlalu jahat dan egois pada Icha dan gak pernah meluangkan waktu untuk menjenguk sahabatku sendiri yang menjalani hari-hari akhirnya sendirian, tanpa aku.”
·         Tegar
Ditunjukkan pada kalimat “Tapi aku coba untuk tegar melangkahkan kaki menuju makamnya.”
v  Icha
·         Periang / selalu nampak ceria
Ditunjukkan pada kalimat :
Dia adalah seorang remaja yang lugu dan sangat ceria.”
“Akhir-akhir ini aku melihat Icha tampak murung dan gak seperti biasanya yang sangat ceria.”
·         Tidak setia kawan
Ditunjukkan pada kalimat “Aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku.”
·         Tidak jujur
Ditunjukkan pada kalimat “Dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku.”
·         Mudah putus asa
Ditunjukkan pada kalimat “Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi.”
·         Kecil hati
Ditunjukkan pada kalimat “Icha masih tetap sekolah, tapi lama kelamaan dia merasa kecil hati dan malu.”
v  Radit
·         Tidak baik
Ditunjukkan pada kalimat “Karena dia bukan laki-laki yang baik.”


v  Mama Icha
·         Tegar
Ditunjukkan pada kalimat “Sudahlah Ka, relakanlah kepergian Icha, agar dia tenang di Alam sana.”
·         Pengertian
Ditunjukkan pada kalimat “Gak apa-apa kok tante ngerti.”

Penokohan di bagi menjadi 3, yaitu :
Ø  Protagonis
Yaitu peran yang menjadi tokoh utama yang mempunyai karakter baik.
Dalam cerpen di atas yang mempunyai peran sebagai tokoh protagonis adalah Cika dan Icha.
Ø  Antagonis
Yaitu peran yang menantang tokoh utama yang mempunyai karakter jahat.
Dalam cerpen di atas yang mempunyai peran sebagai tokoh antagonis adalah Radit.
Ø  Tritagonis
Yaitu peran penengah dalam cerita atau peran pembantu.
Dalam cerpen di atas yang mempunyai peran sebagai tokoh tritagonis adalah mama Icha.
d.    Setting / Latar
Setting atau latar adalah unsur yang menunjukkan dimana, bagaimana, dan kapan peristiwa dalam cerita itu berlangsung.
«  Latar tempat
Yaitu tempat peristiwa dalam cerita itu terjadi.
Latar tempat dalam cerpen tersebut adalah :
·         Ciracas, JakartaTimur (rumah Icha)
Ditunjukkan pada kalimat “Icha tinggal di Ciracas, JakartaTimur.”
·         Salah satu SMP favorit di Jakarta
Ditunjukkan pada kalimat “Aku kenal Icha waktu kami sama-sama mendaftar di salah satu SMP favorit di Jakarta.”


·         Kantin sekolah
Ditunjukkan pada kalimat “Aku melihat seorang cowok yang sangat perfeck di kantin sekolah.”
·         Ruang kelas
Ditunjukkan pada kalimat “Aku dan Icha melanjutkan perjalanan kami ke kelas.”
·         Rumah sakit Haji Pondok Gede
Ditunjukkan pada kalimat “Sampai akhirnya Icha dirawat di Rumah sakit Haji Pondok Gede.”
·         Kamar Icha
Ditunjukkan pada kalimat “Tante pun meninggalkanku sendiri di kamar Icha karena Perlahan-lahan tadi aku pingsan.”
·         Makam 
Ditunjukkan pada kalimat “Setelah pemakaman selesai dan semua orang pulang, aku sendiri di makam itu.”
«  Latar waktu
Yaitu kapan peristiwa dalam cerita itu terjadi.
Latar waktu dalam cerpen tersebut adalah :
·         Pagi hari yang sangat gelap
Ditunjukkan pada kalimat “Pagi hari yang sangat gelap, karena hujan turun begitu derasnya, aku sedang duduk melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang.”
·         Keesokan hari
Ditunjukkan pada kalimat “Keesokan harinya Aku baru sadar ternyata Icha hari ini berulang tahun yang ke 17.”
·         Pagi-pagi
Ditunjukkan pada kalimat “Pagi-pagi aku segera kebawah dan akan mengikuti pemakaman Icha.”





«  Latar suasana
Yaitu suasana yang mendukung peristiwa dalam cerita itu terjadi.
Latar suasana dalam cerpen tersebut adalah :
·         Menegangkan
Ditunjukkan pada kalimat “Hari pertama aku dan Icha menjalani ospek, rasanya takut dan tegang banget.”
·         Kecewa
Ditunjukkan pada kalimat “Aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya.”
·         Cemas / khawatir
Ditunjukkan pada kalimat “Aku sedang duduk melamun memikirkan bagaimana keadaan Icha sekarang.”
·         Kaget
Ditunjukkan pada kalimat “Tiba-tiba aku dikejutkan dengan ringtone handphoneku yang berbunyi.”
·         Ragu
Ditunjukkan pada kalimat “Trus bagaimana kabar Icha tante?” tanyaku agak ragu.”
·         Berduka
Ditunjukkan pada kalimat “Aku datang ke rumah Icha untuk melihat dia yang terakhir kalinya dan mengucapkan bela sungkawa pada keluarga Icha.”
·         Sunyi
Ditunjukkan pada kalimat “Memandangi nisan yang ada dihadapanku saat ini, makam yang sunyi.”
e.    Sudut pandang
Sudut pandang adalah cara pandang pengarang dalam rangka menyusun suatu cerita yang menarik bagi pembaca.
Penulis dalam cerpen tersebut menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama, karena menggunakan kata ganti “aku”.
Ditunjukkan pada kalimat “Dulu, waktu usiaku beranjak 17 tahun, aku mempunyai beberapa sahabat salah satunya Icha.”

f.     Gaya Bahasa
Yaitu cara pengarang dalam menyampaikan suatu cerita sehingga menarik bagi pembaca.
Gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam cerpen tersebut adalah :
·         Totem pro parte
Yaitu majas sinekdoke yang melukiskan keseluruhan tetapi yang dimaksud sebagian.
Ditunjukkan pada kalimat “Dia anak pertama dari 2 bersaudara.”
·         Asosiasi
Yaitu perbandingan dua hal yang hakikatnya berbeda, tetapi dianggap sama.
Ditunjukkan pada kalimat :
 “Kami selalu bersama-sama bagai amplop dan perangko yang tak dapat terpisahkan, itulah kami.”
“Sudah tak ada lagi maaf terasa lemah lunglai tubuh ini.”
·         Dipersonifikasi
Yaitu majas yang membandingkan benda hidup seperti benda mati.
Ditunjukkan pada kalimat “Dia sangat manis apalagi pada saat aku melihatnya sedang tersenyum pada beberapa orang yang menyapanya.”
·         Personifikasi
Yaitu majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah mempunyai seperti manusia atau benda hidup.
Ditunjukkan pada kalimat :
 “Seiring berjalannya waktu perut Icha makin membesar.”
 “Kau memperlihatkan senyum termanismu.”
·         Majas alusio
Yaitu majas yang menggunakan peribahasa atau ungkapan yang terdapat pada kalimat.
Ditunjukkan pada kalimat “Icha masih tetap sekolah, tapi lama kelamaan dia merasa kecil hati dan malu.”

g.    Nilai kehidupan
Yaitu sesuatu hal yang diperoleh di dalam karya satra.
Nilai kehidupan yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah :
·         Nilai moral
Ditunjukkan pada kalimat :
|  “Tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus setia kawan.
|  “Aku belum bisa memaafkan Icha.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain.
|  Tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti kita harus peduli dengan sesama.
|  “Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berarti jangan mudah menyerah.
|  “Tapi aku coba untuk tegar melangkahkan kaki menuju makamnya.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai moral yang berati kita harus tegar dalam menghadapi setiap cobaan.
·         Nilai pendidikan
Ditunjukkan pada kalimat “Dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku.”
Di dalam kalimat itu, mengandung nilai pendidikan yang berarti kita harus jujur.


h.    Amanat
Yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.
Amanat yang terkandung dalam cerpen tersebut adalah :
·         Kita harus setia kawan
Ditunjukkan pada kalimat “Tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa, dan aku juga sempat kecewa pada Icha karena dia menerima kak Radit menjadi kekasihnya, Icha kan tau kalau aku suka sama kak Radit tapi kenapa dia tega padaku.”
·         Kita harus memaafkan kesalahan orang lain
Ditunjukkan pada kalimat “Aku belum bisa memaafkan Icha.”
·         Kita harus peduli dengan sesama
Ditunjukkan pada kalimat Tapi walau bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku harus tau apa yang sedang terjadi.”
·         Jangan mudah menyerah
Ditunjukkan pada kalimat “Menurutku dia berubah menjadi seperti itu karena mungkin dia merasa hidupnya tak akan lama lagi.”
·         Kita harus tegar dalam menghadapi setiap cobaan
Ditunjukkan pada kalimat  “Tapi aku coba untuk tegar melangkahkan kaki menuju makamnya.”
·         Kita harus jujur
Ditunjukkan pada kalimat  Dia tak pernah mau cerita dan jujur padaku.”